2011

Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Pegantar filsafat

Diposting oleh LPPMD UNPAD Rabu, 12 Januari 2011


Oleh: Fahmi Syarifuddin
Bicara soal manusia dan kehidupan tidak akan terlepas dari sesuatu yang mendasar dan filosofis. Sesuatu yang menjadi pencarian tanpa henti mengenai makna dan hakikat hidup. Filsafat dalam hal ini menjadi ujung tombak dari proses ini. Namun kita sering dibingungkan dengan apa itu fiksafat sendiri. Dalam mengenal filsafat, kita mungkin tidak akan lepas dari sebuah pertanyaan klasik tentang ”apa itu filsafat?”. Namun agak sulit untuk menjawab pertanyaan ini, dan bahkan para filsuf –orang yang fokus mempelajari filsafat- pun meng-amini bahwa untuk menjawab “apa itu filsafat?” itu tidak bias dijawab secara singkat. Tapi pada kenyataannya ketika kita mengajukan pertanyaan tentang “apa itu filsafat?” sebenarnya kita sedang berfilsafat. Kita mencoba mengajukan pertanyaan tentang apa  yang kita ingin ketahui dan mencari-cari apa jawaban sebenarnya. Maka berdasarkan pernyataan di atas bahwa kita bertanya dan kita berfilsafat berarti menunjukkan bahwa pertama-tama filsafat adalah sikap; sikap skeptis yang selalu bertanya dan mempertanyakan sesuatu. Dari sikap tersebut akan secara otomatis membuat pikiran kita terbuka dan mempunyai pola pikir radikal atau mendalam (radix=akar). Sehingga yang kedua tentang filsafat adalah pola pikir atau cara befikir. Pola pikir terbuka yang berani bertanya dan mempertanyakan kembali apa yang selama ini kita ketahui, kita fahami, dan kita yakini. Tetapi secara harfiah, filsafat berasal dari bahasa yunani yaitu philosophia  ini merupakan kata majemuk yang terdiri dari philia=cinta dan sophia=kebijaksaan. Jadi yang ketiga kita bisa artika bahwa filsafat itu adalah suatu kecintaan terhadap kebijaksaan.      
Jadi ketika kita merangkum ketiga hal tersebut, filsafat secara umum berarti sebuah sikap skeptis yang dihidupi dan dihayati secara terus menerus oleh pola pikir terbuka dan mendalam demi sebuah pencarian akan nilai kebijasanaan
Sejarah Filsafat
Umur filsafat hampir dipastikan sama dengan umur manusia, ini karena filsafat sendiri berasal dai pencarian manusia dan lahir dari pikiran manusia. Namun menurut sejarah yang tercatat bahwa Thales lah filsuf pertama yang menerangkan tentang filsafat alam. Thales (624 SM – 545 SM) dari Miletos,mengungkapkan bahwa “semua barang terjadi dari air dan semuanya kembali lagi kepada air.” Tetapi dunia mengenal tokoh yang paling berpengaruh dalam filsafat hingga kini, adalah Socrates (470 SM – 399 SM) filusuf dari Athena, Yunani dan merupakan salah satu figur tradisi filosofis Barat yang paling penting. Socrates lahir di Athena, dan merupakan generasi pertama dari tiga ahli filsafat besar dari Yunani, yaitu Socrates, Plato dan Aristoteles. Sehingga dalam pemababakn filsafat (terutama filsafat barat), dikenal dengan pembabakan filsafat pra Socrates dan pasca Socrates. Ini karena Socrates dianggap telah mengotori tradisi filsafat saat itu yang selama itu jalan di tempat. Mengapa demikian? Karena trernyata mereka melakukan “kesalahan” dengan memperlakukan filsafat sebagai upaya pencarian rasional (penalaran). Diperkenalkan analisis beserta argument-argumen yang meyakinkan telah membuat tradisi filsafat saat itu menjadi berantakan. Sedangkan pada masa pasca Socrates sendiri filasafat dibedakan menjadi beberapa masa. Pertama masa filsafat abad pertengahan yang mengintegrasikan filsafat dengan keimanan Kristen. Kedua masa filsafat pencerahan yang muncul ketika jaman Renaissance, masa filsafat ini juga bisa dikatakn sebagai sebagai masa filsafat modern. Yang ketiga masa filsafat postmodern atau pasca modern, masa filsafat ini terjadi pada saat ini. Ditandai dengan semakin kompleksnya interaksi hidup antara msyarakat dunia, globalisasi, dan semakin hilangnya sekat wilayah oleh arus informasi yang kencang.
Cabang Pemikiran Filsafat
Dalam filsafat dasar, secara garis besar terdapat tiga cabang filsafat yang membedah soal hidup dan kehidupan. Folsafat Ontologi, Epistemologi, dan Auksiologi.
Ontologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada. Dalam kaitan dengan ilmu, landasan ontologi mempertanyakan tentang objek yang ditelaah oleh ilmu, bagaimana wujud hakikinya, serta bagaimana hubungannya dengan daya tangkap manusia yang berupa berpikir, merasa, dan meng-indera yang membuahkan pengetahuan. Objek telaah Ontologi tersebut adalah yang tidak terlihat pada satu perwujudan tertentu (metafisik), yang membahas tentang yang ada secara universal, yaitu berusaha mencari inti yang dimuat setiap kenyataan yang meliputi segala realitas dalam semua bentuknya.
Objek telaah epistemologi adalah mempertanyakan bagaimana sesuatu itu datang dan bagaimana mengetahuinya, bagaimana membedakan dengan yang lain. Jadi berkenaan dengan situasi dan kondisi ruang serta waktu tentang sesuatu hal. Landasan epistemologi adalah proses apa yang memungkinkan mendapatkan pengetahuan logika, etika, estetika, bagaimana cara dan prosedur memperoleh kebenaran ilmiah, kebaikan moral dan keindahan seni, serta apa definisinya.
Aksiologi adalah filsafat nilai. Aspek nilai ini ada kaitannya dengan kategori: (1) baik dan buruk; serta (2) indah dan jelek. Kategori nilai yang pertama di bawah kajian filsafat tingkah laku atau disebut etika, sedang kategori kedua merupakan objek kajian filsafat keindahan atau estetika.
Filsafat, Ilmu Pengetahuan dan Sistem Keyakinan
Bicara soal filsafat tentunya tidak jauh dengan yang namanya Ilmu Pengetahuan dan sistem keyakinan/agama. Karena diantara ketiganya ini tentu saling berkaitan. Pertama, bicara soal filsafat dan ilmu pengetahuan. Filsafat selama ini dikenal sebagai ibu kandung dari ilmu pengetahuan. Ini Karena filsafat yang bersifat skeptis dan selalu mempertanyakan suatu hal tentunya berdampak pada pengetahuan manusia. Dimana pengetahuan itu sendiri bisa diaartikan sebagai keseluruhan pemikiran, gagasan, ide, konsep, dan pemahaman yang dimiliki manusia tentang kehidupann dan segala isisnya, termasuk manusia dan kehidupan mnusia itu sendiri. Kemudian pengetahuan manusia itu sendiri terakumulasi menjadi ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan adalah keseluruhan sistem pengetahuan yang telah dibakukan secara sistematis.
Dalam perjalan sejarah ilmu pengetahuan, dia banyak dipengaruhi oleh trend filsafat pada masanya.  Seperti pada era modern, ketika trend filsafat ketika jaman modern yang bercorak empiris dan materialis, maka yang berkembang adalah ilmu-ilmu sains modern yang selalu mengedepankan fakta dan data penelitian.
Begitupun kaitan filsafat dengan sistem keyakinan/agama. Dalam perkembangan sistem keyakinan, biasanya pun dipengaruhi oelh filsafat, begitupun sebaliknya. Filsafat juga memiliki trend sesuai dengan perkembangan sistem keyakinan. Seperti contoh pada abad pertengahan yang ketika itu begitu kuat dengan iman Kristen, filsafat abad pertengahan ketika itu cenderung untuk memperkokoh iman kekristenan.
Jika kau mebakukan diri dalam suatu kredo dan keyakinan yang kaku, niscaya kebenaran akan menjauhimu. (f. syarifuddin)

Posting Komentar